A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: models/Counter_model.php

Line Number: 161

Backtrace:

File: /home/web/application/models/Counter_model.php
Line: 161
Function: _error_handler

File: /home/web/application/models/Counter_model.php
Line: 66
Function: _userAgent

File: /home/web/application/models/Counter_model.php
Line: 14
Function: browser_user

File: /home/web/application/controllers/Home.php
Line: 15
Function: simpanPengunjung

File: /home/gemilangfm/public_html/index.php
Line: 319
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: models/Counter_model.php

Line Number: 161

Backtrace:

File: /home/web/application/models/Counter_model.php
Line: 161
Function: _error_handler

File: /home/web/application/models/Counter_model.php
Line: 183
Function: _userAgent

File: /home/web/application/models/Counter_model.php
Line: 15
Function: os_user

File: /home/web/application/controllers/Home.php
Line: 15
Function: simpanPengunjung

File: /home/gemilangfm/public_html/index.php
Line: 319
Function: require_once

Kabupaten Magelang
Kembali

37 Menit Rata Rata Masyarakat Mendengar Radio



Semarang – Kepala LPP RRI Semarang, Danang Prabowo memberikan materi pada hari pertama kegiatan Workshop Excellent Broadcaster dengan tema “Menjadi Praktisi Radio yang Adaptif di Era Digital” di Dafam Hotel Semarang, Selasa (20/12/2022). Dengan materi yang diberikan mengenai jurnalistik radio “Menulis Untuk Telinga” Danang menyampikan perbedaan karakteristik berita radio dengan media cetak. 


“Saya ingat kata senior saya, beliau selalu mengingatkan kepada saya kalau menulis berita untuk radio artinya menulis untuk telinga, karena tulisan itu nantinya akan didengarkan bukan dibaca,” jelasnya.


Lebih lanjut, Danang menyampikan menurut survey rata-rata masyarakat Indonesia mendengarkan radio hanya 37 menit dalam satu hari. Hal ini menurutnya bukan suatu hal yang mengagetkan, mengingat perkembangan teknologi yang kini menuntut digitalisasi pada segala aspek. Namun Danang yakin bahwa radio bisa beradaptasi mengikuti perkembangan.

Dalam kesempatan tersebut Danang memberikan contoh naskah berita dan produk berita radio.


''bahwa menjadi seorang jurnalis harus dimulai dari dalam diri sendiri,Sebuah karya jurnalistik didasari dengan kecintaan, jika kita cinta pada profesi jurnalis maka kita sendiri yang akan menerimanya,” tegasnya.


Menurut Danang, ketika LPPL mampu menjadi sebuah broadcasting lokal dengan mengangkat budaya, peristiwa, dan segala aspek yang ada di setiap daerah akan semakin memperkuat dan membuka peluang LPPL untuk bertahan.


Kegiatan yang diikuti 29 LPPL se Indonesia dan didukung oleh Pemprov Jateng, LPP RRI, dan PT PLN Persero ini diakhiri dengan sesi diskusi bersama seluruh peserta.