
GNews,MAGELANG - Gunung Merapi kembali mengalami erupsi pada Rabu, 09/03/2022 malam dengan meluncurkan guguran awan panas dengan jarak luncur sejauh 5 kilometer ke arah tenggara.
Hal tersebut disampaikan oleh Kepala BPPTKG Yogyakarta melalui rilis resminya pada pukul 23.54 wib
" Betul, terjadi lima kali awan panas guguran dengan jarak luncur maksimal 5000 meter ke arah tenggara dimulai pada pukul 23.18 wib." kata Hanik dalam rilisnya.
Secara detail Hanik menyampaikan jika guguran awan panas Rabu 09/03 tersebut terjadi pada pukul 23.18, 23.29, 23.38, 23.44, 23.53 wib. Dan untuk Kamis 10/03 terjadi pukul 00.22 WIB.
" Awan panas guguran tercatat di seismogram dgn amplitudo maksimal 75 mm dan durasi maksimal 570 detik. Jarak luncur sekitar 5 km ke arah tenggara, sementara arah angin ke barat laut," lanjutnya.
Untuk itu Hanik menghimbau masyarakat agar tidak mendekati daerah potensi bahaya yg telah ditetapkan serta meningkatkan kewaspadaan.
Kondisi sekitar gunung Merapi yang mendung menjadikan guguran awan panas tersebut tidak terlihat secara utuh.
Selain itu teramati juga 7 kali guguran lava pijar sejauh 1.800 meter yang terjadi ke arah barat daya.
" Sampai dengan pukul 00.24 seismik masih tinggi. Kembali lagi saya ingatkan agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan," lanjutnya.
Walaupun demikian, tingkat aktifitas Gunung Merapi masih dinyatakan berada pada level 3 atau siaga.

Sementara itu, sesaat setelah terjadi Guguran awan panas, BPBD Kabupaten Magelang, mengeluarkan rilis terkait sebaran abu vulkanik yang terjadi pasca guguran.
Dalam rilisnya, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Magelang, Edi Wasono menjelaskan jika sebaran abu vulkanik pasca guguran awan panas Gunung Merapi sampai dengan pukul 00.30 terjadi di tujuh desa di Kecamatan Sawangan dan Dukun.
" Dari laporan masyarakat dan pantauan media sosial, sebaran abu vulkanik intensitas tipis hingga sedang sampai pukul 00.30 meliputi Desa Paten, Desa Sengi, Desa Krinjing di Kecamatan Dukun. Sementara di kecamatan Sawangan meliputi Desa Ketep, Desa Gantang, Desa Jati, Desa, Soronalan," kata Edi Wasono.
Saat rilis diturunkan sekitar pukul 00.45 hujan abu masih berlangsung. Sementara pantauan visual Merapi saat itu berkabut dan cuaca di Kecamatan Dukun dan sekitaranya terpantau berawan-hujan ringan.
" Tentunya terkait perkembangan kondisi ini selalu akan kami sampaikan. Kami himbau masyarakat untuk tidak panik namun tetap meningkatkan kewaspadaan," lanjut Edi.(Dc)