
GEMILANGNEWS - MAGELANG,Dalam rangka
rangkaian kegiatan pengurangan resiko
bencana berbasis inklusi pemerintah Desa Sumber bersama Forum Inklusi Disabilitas
Kabupaten Magelang (FIDAKAMA) Dan BPBD Kabupaten Magelang melaksanakan kegiatan
simulasi kebencanaan dalam hal ini pengungsian Dari Desa sumber kecamatan Dukun menuju
desa penyangga Desa Ngawen dan Pucungrejo Kecamatan Muntilan Kabupaten
Magelang,Dalam Kegiatan Simulasi Ini Peserta Disabilitas menjadi obyek
penanganan kebencanaan atau menjadi seorang relawan kebencanaan.28/07/2022
Koordinator
FIDAKAMA Kasihan Mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan rangkaian kegiatan
dari program FIDAKAMA yang bernama Pioneer.
‘’ Pioneer
itu sendiri adalah program peningkatan kapasitas organisasi lokal dalam hal ini
ada organisasi lansia,difabel dan organisasi PRB dilevel desa’’ Jelasnya.
Dalam
Program ini,Lanjut Kasihan pihaknya juga menguatkan 3 prinsip utama yaitu
kemitraan yang bermartabat,peningkatan kapasitas dan partisipasi yang bermakna.
‘’ kemitraan atau keterlibatan yang bermartabat itu artinya kita melibatkan
semua unsur dalam setiap kegiatan bukan hanya sekedar sebagai peserta tetapi
kita upayakan semuanya betul betul terlibat dari perencanaan sampai ke evaluasi’’Lanjut
Kasihan.

Sementara Itu
Kepala Desa Sumber Kecamatan Dukun Kabupaten Magelang Maryono mengatakan bahwa
Simulasi Ini adalah Salah Satu Rangkaian kegiatan pengurangan resiko bencana
berbasis inklusi,selain itu juga akan diadakan beberapa kegiatan.
‘’ Dimulai
dengan pendataan awal lalu ada workshop terus ada pembagunan fasilitas umum
yang Assessable atau
bermanfaat,kemudian simulasi bencana atau evakuasi’’ Ungkapnya
Maryono Juga
mengatakan sebagai penutup kegiatan akan diadakan sosialisasi penanganan
bencana berbasis inklusi ini dengan media kesenian.
‘’Jadi Nanti
akan kami adakan pentas ketoprak yang disitu isinya adalah penanganan bencana
berbasis inklusi secara khusus tetapi secara umum juga memberikan pemahaman
kepada masyarakat bahwa teman teman disabilitas memang harus kita pandang sama
seperti kita dan dalam penanganan bencana mereka tidak hanya sebagai obyek tetapi
sebagai obyek dalam penangananya’’ Lanjutnya (dk)

