A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: models/Counter_model.php

Line Number: 161

Backtrace:

File: /home/web/application/models/Counter_model.php
Line: 161
Function: _error_handler

File: /home/web/application/models/Counter_model.php
Line: 66
Function: _userAgent

File: /home/web/application/models/Counter_model.php
Line: 14
Function: browser_user

File: /home/web/application/controllers/Home.php
Line: 15
Function: simpanPengunjung

File: /home/gemilangfm/public_html/index.php
Line: 319
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: models/Counter_model.php

Line Number: 161

Backtrace:

File: /home/web/application/models/Counter_model.php
Line: 161
Function: _error_handler

File: /home/web/application/models/Counter_model.php
Line: 183
Function: _userAgent

File: /home/web/application/models/Counter_model.php
Line: 15
Function: os_user

File: /home/web/application/controllers/Home.php
Line: 15
Function: simpanPengunjung

File: /home/gemilangfm/public_html/index.php
Line: 319
Function: require_once

Kabupaten Magelang
Kembali

Pekan Ini 75 Ribu Dosis Vaksin PMK Jateng Harus Dihabiskan


GEMILANGNEWS – MAGELANG,Jawa Tengah mendapatkan alokasi vaksin penyakit mulut dan kuku (PMK) sebanyak 75 ribu vaksin. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo pun menginstruksikan agar seluruh vaksin itu dihabiskan dalam waktu sepekan. Saat berkegiatan di Magelang Senin 27 Juni 2022 Ganjar mengatakan vaksin itu akan diberikan kepada semua hewan yang berisiko terkena PMK sehingga ia meminta kepada penyuluh peternak dan masyarakat untuk mendata hewan-hewan yang akan divaksin.

"Vaksin sekitar 1.500 dan saya terus kontak ke Sekjen Kementan, lalu dikasih 75ribu vaksin. Kita mintakan pekan ini disuntikkan semuanya, harus selesai," kata Ganjar

"Maka kita minta kepada para penyuluh kesehatan hewan, peternak, masyarakat, dan kawan-kawan di desa untuk mendata sekaligus juga menata kembali populasi hewan ternak di wilayahnya,"  tegas Ganjar.



Mengenai aktivitas perdagangan hewan ternak di Jawa Tengah Ganjar mengakui pengawasannya tidak cukup mudah. Pengendalian antar daerah dan antar kabupaten atau keluar masuknya hewan ternak cukup sulit sehingga ia meminta untuk membuat pos-pos untuk bisa mengawal aktivitas perdagangan.

"Kita juga minta tolong betul kepada para pedagang sapi untuk melaporkan perkembangan wilayahnya. Baik beli dan dijual di mana saja harus tercatat, karena itu akan sangat membantu," tegas gubernur.

Selain itu Ganjar menegaskan kepada para pedagang hewan ternak untuk tidak main kucing-kucingan. Tiap hewan ternak yang dijual atau dibeli harus dilaporkan agar pengawasan bisa dilakukan bersama sekaligus antisipasi sejak dini mengenai PMK. (DK)