A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: models/Counter_model.php

Line Number: 161

Backtrace:

File: /home/web/application/models/Counter_model.php
Line: 161
Function: _error_handler

File: /home/web/application/models/Counter_model.php
Line: 66
Function: _userAgent

File: /home/web/application/models/Counter_model.php
Line: 14
Function: browser_user

File: /home/web/application/controllers/Home.php
Line: 15
Function: simpanPengunjung

File: /home/gemilangfm/public_html/index.php
Line: 319
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: models/Counter_model.php

Line Number: 161

Backtrace:

File: /home/web/application/models/Counter_model.php
Line: 161
Function: _error_handler

File: /home/web/application/models/Counter_model.php
Line: 183
Function: _userAgent

File: /home/web/application/models/Counter_model.php
Line: 15
Function: os_user

File: /home/web/application/controllers/Home.php
Line: 15
Function: simpanPengunjung

File: /home/gemilangfm/public_html/index.php
Line: 319
Function: require_once

Kabupaten Magelang
Kembali

Sehari Merapi luncurkan 146 kali guguran



GMNews,YOGYAKARTA - Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menyatakan Gunung Merapi mengalami 146 kali gempa guguran selama periode pengamatan pada Minggu (06/3/2022), mulai pukul 00.00-24.00 WIB.

Kepala BPPTKG Yogyakarta Hanik Humaida menyampaikan Dalam Laporan Tertulis data kegempaan terakhir, Gunung Merapi mengalami 146, Amplitudo : 3-37 mm, Durasi : 16.2-168.2 detik, Hembusan 1 Kali, Amplitudo : 3 mm, Durasi : 22.2 detik.

‘’ Selain itu Gempa Hybrid/Fase Banyak terjadi 18 kali Dengan Amplitudo : 3-29 mm, S-P : 0.3-0.8 detik, Durasi : 5.8-11.2 detik,Vulkanik Dangkal terjadi 2 kali dengan Amplitudo : 39-77 mm, Durasi : 9.2-12.7 detik’’ Jelasnya

 

Dalam periode Tersebut juga Teramati Guguran lava pijar sebanyak 23 kali jarak luncur maksimal 2.000 meter ke arah barat daya.

 

Hanik menambahkan Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km. Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km.

Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak,

‘’Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya,Masyarakat agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi serta mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar G. Merapi’’Terangnya dalam laporan tertulis aktifitas merapi

 

Hingga saat ini, BPPTKG masih mempertahankan status aktivitas vulkanik Gunung Merapi pada Level III atau Siaga.