
GMNews,YOGYAKARTA - Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan
Geologi (BPPTKG) menyatakan Gunung Merapi mengalami 146 kali gempa guguran
selama periode pengamatan pada Minggu (06/3/2022), mulai pukul 00.00-24.00 WIB.
Kepala BPPTKG Yogyakarta Hanik Humaida menyampaikan Dalam
Laporan Tertulis data kegempaan terakhir, Gunung Merapi mengalami 146,
Amplitudo : 3-37 mm, Durasi : 16.2-168.2 detik, Hembusan 1 Kali, Amplitudo : 3
mm, Durasi : 22.2 detik.
‘’ Selain itu Gempa Hybrid/Fase Banyak terjadi 18 kali
Dengan Amplitudo : 3-29 mm, S-P : 0.3-0.8 detik, Durasi : 5.8-11.2 detik,Vulkanik
Dangkal terjadi 2 kali dengan Amplitudo : 39-77 mm, Durasi : 9.2-12.7 detik’’
Jelasnya
Dalam periode Tersebut juga Teramati Guguran lava pijar
sebanyak 23 kali jarak luncur maksimal 2.000 meter ke arah barat daya.
Hanik menambahkan Potensi bahaya saat ini berupa guguran
lava dan awanpanas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh
maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km. Pada sektor
tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km.
Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan
eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak,
‘’Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah
potensi bahaya,Masyarakat agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari
erupsi Gunung Merapi serta mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan
di seputar G. Merapi’’Terangnya dalam laporan tertulis aktifitas merapi
Hingga saat ini, BPPTKG masih mempertahankan status
aktivitas vulkanik Gunung Merapi pada Level III atau Siaga.