
GEMILANGNEWS - MAGELANG,Aktivitas Gunung Merapi di perbatasan DIY dan Jawa Tengah masih terus berlangsung. Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mencatat munculnya kembali awan panas dan sejumlah sejumlah guguran lava dalam sepekan terakhir.
Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Agus Budi Santoso mengatakan aktivitas tersebut tercatat pada periode 3-9 Februari 2023.
"Pada minggu ini terjadi satu kali awan panas guguran ke arah barat daya (hulu Kali Boyong) dengan jarak luncur 1.500 meter," kata Agus dalam keterangannya, Minggu (12/2/2023).
Selain itu, ada pula guguran lava yang teramati sebanyak lima kali ke arah barat daya. Tepatnya ke arah hulu Kali Bebeng dan Kali Sat/Putih dengan jarak luncur maksimal 1.800 meter.
"Suara guguran sempat terdengar dari Pos Babadan sebanyak satu kali dengan intensitas kecil," ujarnya.
Disampaikan Agus, berdasarkan analisi morfologi baik pada kubah tengah dan kubah barat daya tidak teramati adanya perubahan yang signifikan. Volume kedua kubah lava itu masih sama saat dilihat dari foto udara pada tanggal tanggal 13 Januari 2023 kemarin.
Dari catatan BPPTKG intensitas kegempaan pada minggu ini masih cukup tinggi. Terutama untuk kegempaan guguran dan vulkanik dalam.
BPPTKG mencatat dalam sepekan terakhir ini kegempaan Gunung Merapi di antaranya ada 1 kali gempa Awanpanas Guguran (APG), 607 kali gempa Vulkanik Dalam (VTA), 9 kali gempa Vulkanik Dangkal (VTB), 14 kali gempa Fase Banyak (MP), 168 kali gempa Guguran (RF). dan 4 kali gempa Tektonik (TT).
"Pemantauan deformasi Gunung Merapi pada minggu ini tidak menunjukkan perubahan yang signifikan," ucapnya.
Diketahui bahwa status Gunung Merapi pada tingkat Siaga atau Level III itu sudah berlangsung sejak 5 November 2020 lalu.
Sedangkan gunung api yang berada di perbatasan DIY dan Jawa Tengah itu memasuki fase erupsi sejak tanggal 4 Januari 2021. Saat itu ditandai dengan munculnya kubah lava di tebing puncak sektor barat daya dan di tengah kawah.(DK)