
GEMILANGNEWS - MAGELANG,Gunung Merapi di perbatasan DI Yogyakarta dan Jawa Tengah selama sepekan terakhir meluncurkan guguran lava sebanyak 2 kali ke arah barat daya atau hulu Kali Boyong dan Kali Bebeng.Hal itu merupakan hasil amatan BPPTKG Yogyakarta sepanjang 24 Februari hingga 2 Maret 2023.
"Jarak luncur maksimal guguran lava sejauh 1.000 m.
Suara guguran terdengar dari Pos Babadan Kecamatan Dukun Kabupaten Magelang sebanyak 2 kali dengan intensitas
kecil hingga sedang," kata Kepala BPPTKG Yogyakarta, Agus Budi Santoso,
Minggu (5/3/2023).
Lebih lanjut, analisis morfologi kubah lava dari Stasiun
kamera Jrakah, Tunggul Arum, Ngepos dan Babadan 2 teramati tidak adanya
perubahan yang signifikan pada kubah kubah tengah maupun barat daya.
"Pemantauan deformasi Gunung Merapi pada minggu ini
tidak menunjukkan perubahan yang signifikan," jelasnya.
Agus Budi S menambahkan, secara meteorologi, cuaca mendung.angin
bertiup lemah ke arah timur.Suhu udara 17.7-20 °C, kelembaban udara 71-99
persen, dan tekanan udara 653-687 mmHg.
“Secara visual, gunung kabut 0-II hingga kabut 0-III. Asap kawah
tidak teramati,” katanya.
Gempa guguran terjadi sebanyak tujuh kali dengan amplitudo
4-36 mm, berdurasi 44,8-122,5 detik.Vulkanik dalam terjadi sebanyak 19 kali
dengan amplitudo 8-21 mm, S-P 0,5-1 detik berdurasi 7,8-12,2 detik.
“Tingkat Aktivitas Gunung Merapi saat ini berada di level
III atau siaga,” jelasnya.
Potensi bahaya saat ini, kata dia, berupa guguran lava dan
awan panas pada sektor selatan-barat daya.Sektor itu meliputi Sungai Boyong
sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km.Pada
sektor tenggara, sektor meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai
Gendol 5 km. (DK)