A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: models/Counter_model.php

Line Number: 161

Backtrace:

File: /home/web/application/models/Counter_model.php
Line: 161
Function: _error_handler

File: /home/web/application/models/Counter_model.php
Line: 66
Function: _userAgent

File: /home/web/application/models/Counter_model.php
Line: 14
Function: browser_user

File: /home/web/application/controllers/Home.php
Line: 15
Function: simpanPengunjung

File: /home/gemilangfm/public_html/index.php
Line: 319
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: models/Counter_model.php

Line Number: 161

Backtrace:

File: /home/web/application/models/Counter_model.php
Line: 161
Function: _error_handler

File: /home/web/application/models/Counter_model.php
Line: 183
Function: _userAgent

File: /home/web/application/models/Counter_model.php
Line: 15
Function: os_user

File: /home/web/application/controllers/Home.php
Line: 15
Function: simpanPengunjung

File: /home/gemilangfm/public_html/index.php
Line: 319
Function: require_once

Kabupaten Magelang
Kembali

Tidak Terjadi Perubahan Signifikan Kubah Lava Merapi, Namun Kegempaan Masih Tinggi

GEMILANGNews,MAGELANG - Pengamatan yang dilakukan oleh BPPTKG minggu ini dimulai dari 11 Hinga 17 Februari 2022 tidak terdapat perubahan morfologi Kubah Lava Gunung Merapi secara signifikan, baik pada kubah lava barat daya maupun kubah tengah. 

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala BPPTKG Yogyakarta, Hanik Humaida dalam rilis tertulisnya, Jumat, 18/02/2022 malam.

" Tidak ada perubahan morfologi yang signifikan dari kubah lava barat daya maupun tengah. Volume kubah lava barat daya sebesar 1.670.000 m3 dan kubah tengah sebesar 3.007.000 m3," katanya.

Namun begitu, dirinya menyampaikan jika intensitas kegempaan yang terjadi di Gunung Merapi masih tinggi. Sedangkan deformasi Gunung Merapi yang dipantau dengan menggunakan EDM pada minggu ini menunjukkan laju pemendekan jarak sebesar 0,5 cm/hari.

" Minggu ini teramati 3 kali awanpanas guguran ke arah barat daya, hulu Sungai Bebeng dengan jarak luncur 2.500 – 2.800 m. Sementara guguran lava teramati sebanyak 105 kali ke arah barat daya. Masih dominan ke Sungai Bebeng dengan jarak luncur maksimal 2.000 m," lanjutnya.

Hanik juga menyampaikan jika intensitas curah hujan sebesar 69 mm/jam selama 70 menit di Pos Kaliurang pada tanggal 12 Februari 2022 dan tidak dilaporkan terjadi lahar maupun penambahan aliran di sungai-sungai yang berhulu di Gunung Merapi.

" Status aktifitas (Gunung Merapi) masih kita tetapkan dalam level Siaga. Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor selatan–barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km," jelasnya  

Sementara menurut Hanik, potensi bahaya berupa guguran lava dan awan panas pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km. Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

" Kami selalu menghimbau agar masyarakat tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya, mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi serta mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi," pesannya.